Rabu, 14 November 2012

Game for Kids, Good or Bad?

“Jeremy, waktu kamu main iPad tinggal 5 menit lagi setelah itu kamu harus kerjakan tugas sekolah”. “Letakkan dulu Nintendo DS kamu, ini waktunya untuk makan malam. Memang tangan kamu dijahit ke NDS nya ya” Mungkin Anda merasa, ini sepertinya kalimat yang pernah saya ucapkan ke anak saya disaat mereka asik bermain Nintendo DS atau gadget lainnya. Mari kita inspeksi isi rumah kita, ada berapa banyak gadget yang mendukung anak-anak kita untuk sering bermain game?



Saya memiliki iPad 1 unit, Nintendo DS 1 unit (saat ini si charger lagi menghilangm dan efek positif nya anak saya mengurangi bermain Nintendo DS, karena dia lagi sedang gandrung bermain Contra), di tempat kerja kami ada beberapa PC yang memiliki banyak game seperti Cake Shop, Diner Dash, dan lain-lain. Saya tidak memungkiri bahwa saya sangat tertolong dengan adanya gadget-gadget tersebut sehingga mereka bisa duduk tenang dan tidak mengganggu saya untuk waktu yang cukup lama. Tetapi apakah hal tersebut baik untuk perkembangan mereka?

Banyak dari orangtua mengkhawatirkan tentang perkembangan sosial dari si Anak apabila terlalu sering bermain game sehingga tidak berinteraksi denan orang lain. Saya pun merasakan hal serupa, anak kedua saya berusia 5 tahun dan dia sudah piawai menggunakan iPad saya untuk bermain game, tidak hanya iPad tetapi juga PC di kantor kami. Disaat dia sedang fokus kepada game tersebut maka dia tidak akan perduli kepada lingkungan sekitarnya, dan responnya terhadap lingkungan sekitar sangat rendah.

Hal negatif seperti itu yang harus dihindari karena dampak nya akan panjang dan mempengaruhi interpersonal skill dari si anak, kurang bisa bersosialisasi dan akan mengalami kerusakan mata dini.

Saya mempunyai beberapa trik dan tips untuk para Ibu yang anaknya (terutama dibawah usia 10 tahun) dalam memberikan kedisiplinan dalam bermain game. Saya memiliki 3 (tiga) Peraturan:
1. Hanya boleh bermain game pada hari Jumat sore hingga Minggu siang. Dengan syarat semua Pekerjaan Rumah (PR) sudah diselesaikan dengan baik dan benar.
2. Harus berbagi dengan saudara. Jatah bermain tiap anak 15 menit, setelah itu harus bergantian dengan kakak atau adiknya. Dan harus ada jeda bermain game.
3. Tidak diperbolehkan bermain game apabila peraturan no.1 dan 2 tidak dipatuhi.

Sejauh ini 3 peraturan yang saya terapkan sangat efektif dan menjaga ketentraman dunia keluarga kami, silakan dicoba.

Mari para Ibu kita manfaatkan gadget dan game untuk menambah wawasan anak-anak kita, tetapi kita harus membatasi efek negatif supaya anak-anak kita tidak terkontaminasi dampak buruk dari gadgets dan games tersebut. -Abigail Halim.

1 komentar: