Jumat, 09 November 2012

Welcoming New Baby!



Apakah ada sekolah untuk para Ibu bagaimana cara merawat anak bayi baru lahir? Mungkin ada training atau pelatihan informal di Rumah Sakit bersalin atau di kelas prenatal. Tetapi apakah itu menjamin para Ibu sudah menjadi expert dalam memandikan bayi baru lahir? Mengurus tali pusar yang belum lepas? Mengenali warna tinja bayi? Apa itu kolik? Dan masih banyak pertanyaan dan banyak hal yang akan ditemui dalam mengurus bayi baru lahir. Tentunya akan sangat menantang atau bisa juga membuat ibu baru menjadi depresi yang nantinya bisa menjurus menjadi baby blues
Pada saat saya melahirkan anak pertama saya diusia 22 tahun, saya sungguh tidak tahu bagaimana mengurus bayi yang masih fragile, begitu kecil dan lucu. Perjuangan dimulai disaat saya membawa anak saya, Joanne, pulang ke rumah (rumah orangtua saya tepatnya, karena saya masih buta dalam mengurus anak). Disaat hari pertama saya harus memandikan Joanne, dan saya hanya melihat suster di rumah sakit memberikan peragaan cara memandikan bayi, itupun hanya satu kali. Pada saat meminta tolong ke Ibu saya beliau hanya menjawab, "Terakhir kali Mami mandiin bayi sekitar 20 tahun yang lalu, mandiin kamu. Mami engga bisa mandiin Joanne". Jadi saya hanya modal nekat, sambil berdoa supaya anak saya tidak tenggelam didalam bak. Secara keseluruhan saya berhasil memandikan anak saya berdasarkan apa yang saya lihat dari peragaan si suster beserta intuisi saya sebagai ibu sangat membantu (walaupun ada tambahan rasa panik).

Bagaimana dengan tali pusar yang belum lepas (belum puput). Kapan ya si tali pusar itu terlepas dan menjadi pusar yang bersih? Waktu si tali pusar lepas, bervariasi. Anak pertama saya lepas tali pusar dihari ke 4 sejak dia dilahirkan, anak kedua lepas pada hari ke 7, dan anak ketiga lepas dihari ke 13. Cara merawatnya pun mudah. Sebelum lepas cukup dipakaikan alkohol menggunakan kasa steril (saat ini sudah ada kasa steril yang mengandung alkohol yang sudah dikemas satu persatu), cukup 2x sehari. Setelah tali pusar lepas cukup dibersihkan menggunakan alkohol kemudian oleskan betadine. Setelah itu pusar sang bayi bersih dan tidak perlu perawatan extra, cukup dibersihkan seminggu sekali menggunakan cotton buds dan baby oil.

Bagaimana dengan tinja bayi? Katanya bayi yang sehat akan memiliki tekstur tinja yang berbiji dan berwarna kuning keemasan. Kalau tinja berwarna hijau artinya si bayi masuk angin. Bingung? Saya sangat bingung dengan urusan tinja bayi baru lahir. Tetapi saya berusaha mencari tahu melalui internet dan saya mendapatkan jawabannya. Dibawah ini adalah jawabannya, yaitu:

  1. Warna hijau kehitaman – dikenal dengan nama mekonium. Ini merupakan feses normal bayi pada hari-hari awal setelah dilahirkan, biasanya 2- 3 hari.

  2. Warna hijau kecoklatan – merupakan kondisi normal feses bayi setelah bayi mengenal ASI/susu formula.

  3. Warna kuning kecoklatan – kira-kira 3 hari setelah dilahirkan feses normal bayi yang diberi ASI akan berwarna kuning kecoklatan, berbentuk seperti bubur.

  4. Warna kuning – kira-kira 5 hari setelah dilahirkan feses normal bayi yang diberi ASI berubah menjadi kuning atau kuning kehijauan, bentuknya seperti berbiji-biji.

  5. Warna coklat muda – feses bayi yang diberi susu formula biasanya berwarna coklat muda, lebih padat daripada bayi yang diberi ASI, kadang bercampur dengan warna kuning, coklat kemerahan (tembaga) atau hijau.

  6. Warna coklat tua – bayi yang telah diberi makanan padat biasanya memiliki feses berwarna coklat gelap, terkadang disertai dengan serpihan makanan yang tidak tercerna.

  7. Warna-warna lain – bayi yang telah diberi makanan padat biasanya memiliki feses dengan warna yang “tak biasa”. Misalnya, feses dapat berwarna merah setelah makan sayuran beet atau mengandung warna biru tua karena makanan yang mengandung blueberry, hijau atau orange karena makanan lain.


Sehingga saya bisa tahu apa yang harus saya lakukan berikutnya apabila diperlukan tindakan pengobatan.

Masih banyak skill dan keperluan dalam mengurus bayi baru, tetapi semua Ibu memiliki intuisi yang sangat membantu dalam merawat sang bayi. Nikmati setiap momen yang penuh perjuangan, penuh peristiwa seru dan menegangkan, tetapi Anda akan merindukan masa-masa tersebut disaat bayi Anda beranjak dewasa. Treasure every moment because every moment is precious.

1 komentar: