Kamis, 15 November 2012

Ngidam, Manja, atau ... ?

"Bakso lagi? Aku makan menu yang lain aja ya. Yang ngidam kan kamu". Yak, itulah pengalaman suami saya yang menderita harus mengikuti ngidam saya yang maunya makan bakso 3 kali sehari, selama 3 bulan pertama kehamilan. Lain halnya dengan kehamilan kedua, selama 9 bulan saya seperti kecanduan coklat beng-beng. Kalau tidak makan coklat tersebut saya bisa seperti orang sakau. Berbeda lagi dengan kehamilan ketiga, saya ngidam makanan yang berbeda. Di trimester pertama saya ngidam bakso medan mangga besar, trimester kedua saya ngidam bihun kuah tek tek di kota, dan setelah itu saya aman dari ngidam apapun.



Ngidam yang saya alami hanya sebatas keinginan mengkonsumsi makanan tertentu, dan keinginan tersebut tidak bisa dibendung ataupun ditunda. Tetapi sebetulnya ngidam itu hanya sekedar manja nya ibu hamil ataukah ada bukti ilmiah nya?

Menurut para ilmuwan, ngidam (food cravings) dipicu oleh kondisi tubuh yang kekurangan suatu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Terkadang ngidam juga bisa timbul dari emosi kita dan itu dipicu oleh hormon kehamilan kita seperti oestrogen, progesterone dan HCG yang meningkat.
Tetapi ada juga ngidam yang diluar kewajaran, seperti ngidam makan sabun, makan rumput,  makan pasir atau hal-hal aneh yang tidak normal (absurd). Ngidam seperti itu disebut dengan Pica, dimana keinginan untuk mengkonsumsi hal-hal yang berbahaya dan tidak memiliki nutrisi (karena biasanya bukan makanan). Ada juga tipe Pica yang tidak berbahaya seperti mengunyah es batu.

Berarti ngidam bukan hanya keinginan untuk dimanjakan oleh ibu hamil, tetapi memang dipicu oleh berbagai hal yang ilmiah. Jangan salah, para Suami pun bisa ikut-ikutan ngidam loh? Ini adalah pengalaman suami saya pada kehamilan anak pertama kami. Dia ngidam memetik buah mangga langsung dari pohon. Saat itu saya sudah hamil 7 bulan dan kami melakukan perjalanan ke Purwokerto bersama dengan orang tua dan kakak saya. Sepanjang perjalanan, dia ribut menunjuk semua pohon mangga yang ada dan meminta Ayah saya untuk berhenti hanya untuk memetik mangga. Pada akhirnya kesampaian juga memetik buah mangga di sebuah rumah makan yang juga memiliki perkebunan mangga di halaman belakangnya. Setelah berhasil memetik buah mangga yang terjadi adalah suami saya senang dan buah mangga nya tidak disentuh sama sekali oleh dia. Memang dia hanya ngidam memetik buah mangga dari pohonnya saja.

Ibu-ibu jangan ragu untuk memenuhi hasrat ngidam Anda, asalkan jangan terlalu berlebihan dan merepotkan suami. Kalau sudah timbul ngidam yang absurd langsung hubungi dokter kandungan Anda untuk konsultasi tentang ngidam Pica Anda. Para bapak, dukunglah istri Anda yang sedang mengandung dan sebisa mungkin penuhi ngidam nya istri Anda, demi kedamaian dan kebahagiaan istri Anda. Selamat berjuang!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar