Selasa, 20 November 2012

Anak ku Pemalu

Memiliki anak yang aktif, percaya diri dan mudah bergaul dengan orang baru di lingkungan berbeda merupakan suatu anugerah. Anda tidak perlu khawatir anak Anda kesulitan mendapatkan teman saat akan masuk ke sekolah baru. Anda tidak perlu khawatir meninggalkannya di taman bermain, karena dia akan dengan mudah berbaur dengan anak-anak lainnya. Namun lain halnya apabila anak Anda tergolong anak yang pemalu. Anda mungkin akan lebiih khawatir dia akan kesepian saat pindah ke sekolah baru karena anak Anda tidak memiliki kemampuan yang baik untuk berbaur dengan teman-teman barunya. Lantas apa yang bisa anda lakukan?



  1. Biasakan mengajak ke keramaian. Ajak anak Anda ke tempat keramaian, seperti mall, taman bermain, agar anak terbiasa melihat anak seusianya bermain dengan sesamanya. Dengan membawa mereka ke tempat keramaian juga membuat mereka terbiasa dengan lingkungan baru dan mereka akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan tersebut

  2. Jangan ragu membiarkannya berbaur dengan teman barunya. Banyak orang tua yang terlalu khawatir anaknya akan mendapat pengaruh buruk saat dibiarkan bergaul dengan teman baru. Memang tidak salah mengantisipasi hal tersebut, namun sesekali Anda perlu membiarkan anak berbaur dengan komunitas sebayanya. Anda bisa mengamatinya dari jauh :D

  3. Berinteraksi dengan orang baru. Saat anak bertemu dengan orang baru, ajarkan dia untuk menyapa. Misalnya: “panggil donk tantenya.” Atau saat anak diberikan sesuatu oleh temannya, biasakan agar dia mengucapkan terima kasih. Berinteraksi dalam hal yang paling kecil dapat membentuk pola untuk belajar  menjadi anak lebih berani.

  4. Tanyakan pendapatnya. Biasakan untuk mengikutsertakan anak dalam memutuskan sesuatu. Apabila anak Anda pemalu, biasakan juga menanyakan pendapatnya. Misalnya saat ke mal, Tanya ke anak yang pemalu dia mau kemana. Atau dia mau makan dimana. Dengan begini, dia akan lebih percaya diri untuk menyampaikan segala sesuatu tidak hanya ke Anda, namun juga dengan orang lainnya.

  5. Bicara dari hati ke hati dengan si anak. Apa yang mengganggu dia selama ini, sehingga dia menjadi pemalu. Jangan justru dimarahi. Ada beberapa orang tua yang justru memarahi anaknya yang memiliki sifat pemalu. Saya kaget sekali saat saya menanyakan hal ini ke anak kedua saya yang cenderung pemalu, dia menjawab: “abis mama dan papa selalu ngederin kakak. Ria gak pernah didengerin.” Saya kemudian berdiskusi dengan suami mengenai hal ini dan sama-sama mulai mendengarkan Ria :D


Ayo coba ingat kembali mungkin ada hal yang tidak kita sadari menjadi penyebab anak menjadi pemalu dan tidak percaya diri. Anak pemalu bukanlah hal yang memalukan dan Anda bisa melakukan banyak hal untuk mengatasinya. Libatkan suami dan orang disekitarnya untuk membantu anak membangun kepercayaan dirinya.

1 komentar: