Senin, 19 November 2012

Anak ku Manja dan Bandel?

Suka gemes kan mendengar anak teriak-teriak di mall atau anak merajuk bahkan memukul orang tuanya saat keinginannya tidak dituruti. Suatu kali saya melihat seorang anak perempuan usianya kurang lebih 3 tahun, berguling-guling di lantai sambil menjerit-jerit histeris. Orang tua dan Baby sitternya bergantian membujuk dia agar tidak menjadi pusat perhatian dan gagal. Rasanya ingin saya cubit anak tersebut. Hehehe.

Apabila anak Anda sering sekali menangis dan berteriak saat menginginkan sesuatu, sering marah bahkan berani memukul Anda saat sedang didisiplin, suka pamer dan senang menjadi pusat utama yang diperhatikan, mengabaikan Anda saat Anda berbicara kepadanya, kasar terhadap orang dewasa lainnya, tidak mau mengalah dengan teman sebayanya, sebaiknya Anda mewaspadai gejala ini, karena mungkin anak Anda tergolong anak yang manja dan bandel.



Sebenarnya tidak ada anak yang dilahirkan manja dan bandel. Pola didik dari orang tua lah yang menjadikan mereka seperti itu. Menjadi orang tua yang sabar memang baik bagi perkembangan psikis buah hati, namun menjadi orang tua yang terlalu sabar, kadang dapat dimanfaatkan oleh si anak dan menjadikannya 'nakal'.

Belum terlambat untuk berubah. Apabila Anda merasa memiliki anak yang bandel dan manja saat ini, kabar baiknya adalah: belum terlambat untuk berubah dan mengambil tindakan disiplin sejak dini. Terapkan system reward dan punishment. Mereka harus mengerti bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan terdapat konsekuensi. Apabila mereka berbuat nakal, mereka akan dihukum. Sebaliknya saat mereka berbuat baik, mereka juga harus diberi reward seperti diberi pujian bahwa dia anak yang pintar atau baik.

Konsisten. Untuk mendisiplinkan anak memang hal yang susah-suah gampang. Butuh extra kesabaran untuk berhasil dalam hal ini, apalagi untuk mengubah anak yang sudah terbiasa nakal. Yang anda butuhkan adalah konsistensi. Anak akan meliat reaksi Anda setiap kali dia melakukan sesuatu. Apabila dia melakukan hal yang tidak baik dan Anda membiarkannya, maka ia akan menganggap hal itu diperbolehkan. Apa yang harus Anda lakukan? Secara konsisten meyakinkan mereka bahwa yang mereka kerjakan itu salah. Misalnya: saat kamarnya berantakan, Anda bisa menghukumnya dengan cara tidak memperbolehkan dia keluar kamar sampai kamarnya rapih. Saat dia keluar kamar saat kamarnya belum rapih, Anda harus mengembalikannya ke kamar.

Berikan contoh. Anak cenderung mencontoh apa yang dia lihat. Apabila Anda ingin anak disiplin, maka Anda sendiri pun harus disiplin dengan peraturan yang Anda tetapkan. Misalnya: Anda sedang membiasakan anak untuk selalu menyikat gigi sebelum tidur, maka Anda juga harus memberikan contoh untuk melakukan hal yang sama.

Sekarang Anda tidak perlu lagi merasa tidak mampu mendidik anak yang bahkan sudah terlanjur manja atau bandel. Apabila diperlukan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman dan menonton tayangan Nanny’s 911 :D  Selamat mencoba.

1 komentar: