Anak saya yang bungsu benar-benar mengalami fase 'the trouble two' tepat setelah acara tiup lilin di hari ulang tahunnya yang kedua. Janice sudah mulai bisa bicara dengan jelas, bisa menyatakan ketidaksukaan nya terhadap sesuatu atau seseorang, bisa memaksakan kehendak, marah (bisa sampai tantrum), segalanya mau dilakukan sendiri, dan masih banyak lagi tingkah laku Janice yang membuat saya dan suami kewalahan. Kedua anak saya yang besar tidak mengalami fase 'the trouble 2' secara ekstrim seperti Janice.
Tetapi kita bisa menyiasatinya dan mengubah situasi chaos 'the trouble 2' menjadi menyenangkan dan menjadi momen belajar bagi mereka. (Sumber: http://m.voices.yahoo.com/your-toddlers-trouble-twos-fun-669908.html)
- Di usia 2 tahun anak sudah mulai bisa berbicara jelas. Disaat mereka mengatakanTIDAK' kita harus belajar menghargai pendapatnya, kita berikan berbagai macam alternatif lain hingga anak menyetujui penawaran kita. Momen ini pun bisa digunakan untuk mengajarkan kosa kata baru, mereka akan sangat senang mengikuti dan mempraktekannya.
- Mengajarkan kemandirian. Karena mereka merasa sudah 'besar' kita mulai bisa memberikan tanggung jawab kepada mereka untuk hal-hal kecil, misalnya membereskan mainannya sendiri, makan sendiri, dan sebagainya.
- Mereka mempunyai pendapat dan pilihan. Kita juga bisa melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan untuk hal-hal kecil yang mereka pahami, misalnya di akhir pekan kita bisa menanyakan kemana dia ingin bermain, atau persilakan anak untuk memilih makanan yang dia inginkan.
Tantrum, emosi negatif dan ketidaktaatan adalah wajar terjadi pada usia 2 tahun, mari kita menyikapi fase ini dengan hati yang sabar dan belajar mengerti apa yang sedang terjadi pada diri anak kita di usia 2 tahun. -Abigail-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar