Senin, 14 Januari 2013

Hewan Peliharaan untuk Si Kecil


Berpikir untuk membelikan anak Anda hewan peliharaan? Masih berpikir dan menimbang-nimbang banyak hal? Sebenarnya boleh tidak memelihara hewan peliharaan saat anak Anda masih kecil? Boleh-boleh saja, kok Moms. Ada banyak sekali hal baik yang bisa Anda tanamkan pada anak dengan memiliki hewan peliharaan. Berikut di antaranya:
  1. Belajar bertanggung jawab.  Merawat hewan peliharaan, seperti memberi makan atau mengajaknya bermain, akan membuat anak belajar bertanggung jawab pada kelangsungan hidup hewan peliharaannya.
  2. Mengenal proses kehidupan. Merawat hewan peliharaan akan membuat anak mengenal perkembangan makhluk hidup, mulai dari hewan itu kecil, tumbuh besar, hingga akhirnya berkembang biak.
  3. Menumbuhkan rasa kasih sayang. Memelihara hewan peliharaan tentu akan menumbuhkan rasa kasih sayang pada hewan tersebut. Dan bukan tak mungkin jika si kecil pun kelak akan tumbuh menjadi anak yang penyayang.
  4. Mengurangi stress. Hewan peliharaan akan menjadi teman si kecil. Bukan tak mungkin ia pun akan menjadikan hewan ini sebagai ‘teman curhat’ atau teman bermainnya.
Setelah mengetahui manfaat hewan peliharaan untuk si kecil, pastikan Anda memilih jenis hewan yang tepat untuknya. Berikut panduannya menurut drh. Erdwin Satiya Dharma, kepala Rumah Sakit Hewan Jakarta:
  1. Anjing. Anjing termasuk jenis hewan yang pintar dan bisa diajak bermain. Cocok untuk diberikan pada anak mulai usia 4 tahun. Untuk menjaga kebersihannya, pastikan Anda melatih hewan peliharaan ini untuk membuang kotorannya di tempat yang telah ditentukan. Dan jangan lupa untuk memandikannya setiap minggu dengan air hangat dan sampo khusus anjing, serta membersihkan gigi dan telinganya.
  2. Kucing. Sama seperti anjing, kucing adalah hewan yang mudah diajak bermain. Cocok untuk anak usia 4 tahun ke atas. Siapkan boks khusus untuk membuang kotoran, dan latih kucing peliharaan untuk terbiasa membuang kotoran di boks tersebut.
  3. Kelinci. Hewan ini lucu, tidak berbau, dan sangat jinak. Cocok untuk diberikan pada anak usia 7 tahun ke bawah. Hanya saja, bila tidak diawasi, kelinci dapat melompat dan berlari sembarangan hingga kabur dari kandangnya.
  4. Hamster. Hewan ini juga cukup mudah dirawat. Cocok untuk anak usia 5 tahun ke atas. Anda cukup menyediakan kandang yang nyaman, yang dilengkapi dengan permainan, seperti roda berputar, agar hewan tersebut tidak bosan.
  5. Ikan. Hewan ini sudah bisa Anda berikan sejak si kecil berusia 1 tahun. Si kecil bisa melihat-lihat ikan tersebut berenang di akuarium, meski tidak bisa memegangnya. Pilih akuarium dengan ketinggian yang memungkinkan si kecil untuk membantu memberi makan ikan peliharaannya.

Cerdik Belanja Baju si Kecil


Membeli baju anak memiliki seninya tersendiri. Ada banyak jalan menuju Roma, ada banyak juga cara ekonomis menyiasati belanja baju si buah hati. Setiap ibu mungkin akan mengakui guilty pleasure yang sering dilakukannya diam-diam adalah membeli sepatu atau tas hanya dalam jeda waktu berdekatan satu dengan lainnya. Guilty pleasure lainnya? Menghabiskan anggaran belanja untuk membeli baju si kecil! Nah, padahal ada 5 trik untuk menyiasati pengeluaran yang satu ini agar tidak membuat uang belanja terkuras.
1. Mix-and-Match. Seperti halnya Anda yang memiliki little black atau little white dressyang bisa dipasangkan dengan berbagai macam paduan busana lainnya, si kecil pun demikian. Belikan anak jenis pakaian yang bisa dengan mudah dipasangkan dengan jenis pakaian lainnya. Misalnya jeans, legging warna polos, kaos warna polos, sampai celana atau rok dengan model timeless yang bisa dipasangkan dengan jaket atau cardigans mungil menggemaskan.
2. Fleksibilitas. Memisahkan barang-barang si kakak dan adik sesuai dengan gender memang boleh saja dilakukan. Namun bagi Anda yang memiliki dua orang anak dengan tubuh yang tidak jauh berbeda, justru bisa sekalian berhemat. Pilih baju atau celana yang bisa dipakai keduanya. Hindari pakaian yang terlalu kental nuansa gendernya, misalnya celana panjang pink dengan pita atau kemeja biru tua kotak-kotak dengan gambar robot. Pertimbangkan warna netral dan polos.
3. Lebih Besar. Pertumbuhan si kecil yang begitu pesat membuat baju yang baru Anda beli bulan lalu tiba-tiba sudah sempit. Triknya, saat membeli jumper yang bisa digrosir dan dicampur ukurannya, belilah dalam 3 ukuran. Misalnya ukuran 0-6 bulan, 6-12 bulan, dan 12-18 bulan. Bisa juga membeli satu ukuran lebih besar.
4. Belanja Online. Ada banyak pilihan berbelanja, dan di berbagai tempat. Manfaatkan teknologi dengan berbelanja di internet. Berbelanja online menjadi pilihan menarik karena selain Anda tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk mendatangi tokonya, harga yang ditawarkan pun kerap bersaing. Situs belanja online kerap memberikan harga lebih murah karena lebih efisien dari sisi modal (tidak ada modal untuk mendirikan toko secara fisik).
5. Teliti. Jangan sampai Anda membeli kucing dalam karung. Kendati mencari barang dengan harga ekonomis, tapi perhatikan juga kualitasnya. Baju anak dengan harga murah tapi cepat robek hanya dalam 3 kali cuci dan setelah itu Anda harus membeli yang baru, jika dihitung akan jatuh lebih mahal daripada baju dengan harga agak mahal tapi bisa dipakai berkali-kali. Perhatikan bahan baju, pilih yang menyerap keringat tapi tidak mudah robek. Cek juga jahitannya, selain rapi juga harus kuat.
Oke, sudah tahu belanja di mana?

Aman Bermain dengan Anjing


Sebagai hewan peliharaan, Anjing bisa mendatangkan manfaat bagi anak-anak, seperti pengasuhan, persahabatan, tanggung jawab, bahkan hidup dan mati. Meski tampak menggemaskan, para peneliti kesehatan di University of Colorado School of Medicine menemukan fakta menarik: sebanyak 90% kasus gigitan anjing terhadap anak-anak dilakukan oleh anjing yang mengenal korbannya. Agar tak selalu was-was saat anak-anak berinteraksi dengan “sahabat setianya”, coba ikuti prosedur aman bermain dengan Anjing berikut:
  1. Buat anak-anak paham, bahwa Anjing dapat menggigit karena merasa terancam, apalagi jika ada yang menggangunya.  Stephanie Shain, direktur penjangkauan untuk Humane Society dari Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa Anjing akan bersikap protektif pada tempat tidur, mainan, dan makanan mereka.
  2. Ajarkan anak-anak untuk “menjadi pohon” dengan berdiri tegap dengan tangan di sisi tubuhnya, lalu membiarkan anjing mengendusnya.  Jelaskan, bahwa jika ia melarikan diri, Anjing mungkin berpikir ia mengajaknya bermain dan dengan senang hati akan mengejarnya. Jika Anjing berusaha menarik tubuhnya hingga jatuh, ajarkan anak untuk meringkuk seperti bola untuk melindungi wajah dan tangannya.
  3. Latih Anjing untuk patuh dan mengikuti perintah sederhana seperti “tidak melompat” atau “Duduk!” Sebaiknya lakukan sedini mungkin sejak usianya 12 minggu.
  4.  Sediakan kandang yang cukup besar dan aman untuk Anjing, jauhkan dari jangkauan anak.
  5. Ajarkan anak untuk tidak menatap mata Anjing, dan menghindari Anjing yang menggeram, memamerkan gigi, atau jika bulu pada buntutnya berdiri. Tandanya Anjing terganggu dan biasanya lebih agresif. J
  6. Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh parasit, bersihkan kotoran Anjing secara berkala dan bawa anjing Anda ke dokter hewan secara teratur.

Minggu, 13 Januari 2013

Aman Bermain dengan Anjing

Sebagai hewan peliharaan, Anjing bisa mendatangkan manfaat bagi anak-anak, seperti pengasuhan, persahabatan, tanggung jawab, bahkan hidup dan mati. Meski tampak menggemaskan, para peneliti kesehatan di University of Colorado School of Medicine menemukan fakta menarik: sebanyak 90% kasus gigitan anjing terhadap anak-anak dilakukan oleh anjing yang mengenal korbannya. Agar tak selalu was-was saat anak-anak berinteraksi dengan “sahabat setianya”, coba ikuti prosedur aman bermain dengan Anjing berikut:

Rabu, 09 Januari 2013

Cerdik Belanja Baju si Kecil

Membeli baju anak memiliki seninya tersendiri. Ada banyak jalan menuju Roma, ada banyak juga cara ekonomis menyiasati belanja baju si buah hati. Setiap ibu mungkin akan mengakui guilty pleasure yang sering dilakukannya diam-diam adalah membeli sepatu atau tas hanya dalam jeda waktu berdekatan satu dengan lainnya. Guilty pleasure lainnya? Menghabiskan anggaran belanja untuk membeli baju si kecil! Nah, padahal ada 5 trik untuk menyiasati pengeluaran yang satu ini agar tidak membuat uang belanja terkuras.

Selasa, 08 Januari 2013

Hewan Peliharaan untuk Si Kecil

Berpikir untuk membelikan anak Anda hewan peliharaan? Masih berpikir dan menimbang-nimbang banyak hal? Sebenarnya boleh tidak memelihara hewan peliharaan saat anak Anda masih kecil? Boleh-boleh saja, kok Moms. Ada banyak sekali hal baik yang bisa Anda tanamkan pada anak dengan memiliki hewan peliharaan. Berikut di antaranya:

Senin, 07 Januari 2013

Musik dan stimulasi janin

Banyak kegiatan yang dapat merangsang janin anda, seperti membaca ayat suci, membacakan buku cerita, mengajaknya berkomunikasi atau menyanyikan lagu. Namun mendengarkan musik adalah cara paling mudah berkomunikasi dengan janin anda dan efektif untuk menstimulasinya. Mendengarkan musik untuk janin anda bukanlah mitos, ada penelitian khusus yang telah membuktikan bahwa musik adalah salah satu sarana untuk merangsang perkembang bayi, khususnya perkembangan otaknya.