Semakin dini melakukan kegiatan mendengarkan musik akan semakin baik hasilnya untuk si janin. Ibu juga dapat berdendang dan bernyanyi saat mengandung, cara ini juga mudah dilakukan, tidak perlu suara bagus, namun stimulan berbentuk suara adalah salah satu yang dapat merangsang otak bayi, lho.
Cara lain yang dapat anda lakukan ketika sedang mengandung adalah mendengarkan musik berirama klasik seperti music dari composer Mozart dan sekalibernya. Musik klasik dipercaya sangat bermanfaat bagi janin karena di dalam rahim, janin bereaksi terhadap irama apapun di sekitar lingkungan nya, musik klasik dapat memberikan rasa nyaman dan tenang. Irama nya yang tidak terlalu terburu-buru juga dapat merangsang bakat musik nya kelak. Selain itu bukan kah mendengarkan musik klasik juga memberikan perasaan santai pada anda?
Kapan sih waktu yang tepat memberikan musik kepada anak? Dr. Chapman J.S asal NY. University Amerika mengisahkan bahwa janin sudah dapat bereaksi terhadap music sejak berusia 26 minggu, cairan amnion sebagai penghantarkan gelombang suara yang baik sudah terdapat pada anak usia tersebut. Suara yang di dengar janin menimbulkan respon berbeda-beda, tetapi musik yang paling mudah diterima janin adalah yang memiliki ritme pada frekuensi 5000 – 8000 hz. Jumlah frekuensi tersebut sama dengan detak jantung janin. Wow, menarik ya?
Banyak para ahli berpendapat sebenarnya bukan hanya musik klasik yang dapat memberikan rangsangan pada janin, jenis musik apapun selama bertempo teratur dan ritmis juga akan menjadi rangsangan yang baik bagi janin, selama ibu merasa nyaman, dapat dipastikan janin akan merasakan nya juga, seperti halnya pada meditasi. Tetapi bukan berarti ibu bebas memilih musik terlalu keras, ya. Karena ibu hanya akan menemui efek senewen daripada tenang. Anda juga bisa menempelkan headset pada perut anda, pasang musik lembut dengan suar volume sedang, biasanya bayi akan merespon dengan memberikan tendangan pada perut. Semakin sering dan rutin ibu melakukan terapi musik ini, semakin baik pula efek yang janin dapatkan. –Farah Veraniza
5 komentar: