Sebagai hewan peliharaan, Anjing bisa mendatangkan manfaat bagi anak-anak, seperti pengasuhan, persahabatan, tanggung jawab, bahkan hidup dan mati. Meski tampak menggemaskan, para peneliti kesehatan di University of Colorado School of Medicine menemukan fakta menarik: sebanyak 90% kasus gigitan anjing terhadap anak-anak dilakukan oleh anjing yang mengenal korbannya. Agar tak selalu was-was saat anak-anak berinteraksi dengan “sahabat setianya”, coba ikuti prosedur aman bermain dengan Anjing berikut:
- Buat anak-anak paham, bahwa Anjing dapat menggigit karena merasa terancam, apalagi jika ada yang menggangunya. Stephanie Shain, direktur penjangkauan untuk Humane Society dari Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa Anjing akan bersikap protektif pada tempat tidur, mainan, dan makanan mereka.
- Ajarkan anak-anak untuk “menjadi pohon” dengan berdiri tegap dengan tangan di sisi tubuhnya, lalu membiarkan anjing mengendusnya. Jelaskan, bahwa jika ia melarikan diri, Anjing mungkin berpikir ia mengajaknya bermain dan dengan senang hati akan mengejarnya. Jika Anjing berusaha menarik tubuhnya hingga jatuh, ajarkan anak untuk meringkuk seperti bola untuk melindungi wajah dan tangannya.
- Latih Anjing untuk patuh dan mengikuti perintah sederhana seperti “tidak melompat” atau “Duduk!” Sebaiknya lakukan sedini mungkin sejak usianya 12 minggu.
- Sediakan kandang yang cukup besar dan aman untuk Anjing, jauhkan dari jangkauan anak.
- Ajarkan anak untuk tidak menatap mata Anjing, dan menghindari Anjing yang menggeram, memamerkan gigi, atau jika bulu pada buntutnya berdiri. Tandanya Anjing terganggu dan biasanya lebih agresif. J
- Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh parasit, bersihkan kotoran Anjing secara berkala dan bawa anjing Anda ke dokter hewan secara teratur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar