Selasa, 27 November 2012

Si Kecil Sulit Berbicara?

Berkomunikasi yang baik direalisasikan dengan cara berbicara dan merespon, berbicara adalah modal utama dalam bersosialisasi, wajar bila anda berharap bahwa anak  anda kelak dapat berkomunikasi dengan baik, namun bagaimana jika Anda melihat ada gejala anak kesulitan berbicara? Jangan dulu berkesimpulan anak Anda harus diterapi, kenali juga proses nya pada anak Anda. Lalu bagaimana mengajarkan anak berbicara secara alami? Kemudian faktor apa saja yang menyebabkan anak sulit berbicara?



Mendeteksi anak yang terlambat bicara dapat dilakukan sejak dini, tentunya penanganan ini melibatkan Anda, keluarga, dokter yang merawat sejak dikandungan dan dokter anak. Dengan deteksi dini tersebut dapat mengungkapkan apakah keterlambatan tersebut akan “sembuh” sendiri atau memang perlu diterapi. Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami gangguan ini, bisa terjadi karena gangguan proses pendengaran, gangguan penerus impuls ke otak, otot, atau organ penghasil suara, bahasa termudahnya : Syaraf.

Mengutip penjelasan salah satu dokter terapi, ada tiga hal dasar yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan sulit berbicara yaitu retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi atau biasa disebut keterlambatan bicara secara fungsional. Gangguan fungsional biasanya akan membaik, kok seiring usianya, karena gangguan ini termasuk kedalam golongan gangguan paling ringan. Namun ada juga yang disebabkan karena sepinya lingkungan, dua bahasa (biasanya anak yang lahir di luar negri, kemudian di bawa ke negara asalnya sebelum benar-benar dapat berbicara), status ekonomi, dan  teknik pengajaran. Nah, jika sudah begini anda sekarang memiliki acuan untuk segera mengajak anak berbicara sejak dini.

Saat kecil, Ibu saya hampir mengira saya termasuk anak dengan keterlambatan bicara, padahal saya memiliki satu orang kakak perempuan yang sudah dapat berbicara, “Kakak kamu dulu cerewet loh, kok kamu dulu malas bicara ya?” sekira nya begitulah ibu bercerita. Saya memang tidak ingat apakah saya sebegitu kesulitan berbicara, karena kenyataan nya saya sekarang menjadi orang yang sangat cerewet. Jadi tidak ada faktor penyebab saya mengalami kesulitan berbicara, hanya saja saya sedikit gagap jika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan spontan. Kemungkinan hal yang saya alami adalah faktor fungsional, karena “sembuh” dengan sendiri nya. Mungkin saat kecil saya termasuk anak yang malas berbicara.

Ada banyak hal yang dapat anda lakukan untuk menghindari anak dari kesulitan berbicara kok, salah satu yang paling mudah adalah pemberian contoh dan mengajarkan kata demi kata secara intens, tatap matanya saat berbicara, karena anak perlu rangsangan pengelihatan yang diteruskan ke otak. Selain itu, tatapan mata menimbulkan perasaan dihormati dan anak akan merasa diperhatikan. Latihlah anak berbicara sambil bermain, satu hal yang paling sering saya temui anak berbicara “Mamam, Mimi”, sebaiknya hal tersebut anda hindari jika anak masih dalam tahap pengenalan kata, katakan “Makan”, “Minum”, dan “Tidur”, bukan “Bobo”. Sehingga anak terbiasa dan selanjutnya anak akan lebih mudah mengikuti kata-kata yang tidak asing tersebut.

Hindari menonton TV atau radio juga dapat membantu anak cegah keterlambatan bicara, jangan biasakan komunikasi satu arah, lakukan pendekatan dengan memberi tahu mana yang salah dan benar, sehingga timbul perasaan nyaman dan berani berbicara. Dan ingatlah bahwa anak-anak adalah sponge yang dapat menyerap dengan cepat apa yang anda lakukan dan katakan. Jadi, lakukan pendekatan dan berilah contoh kepada anak agar kelak anak tidak mengalami kesulitan berbicara. –Farah Veraniza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar