1 Sesuai usia. Saat berniat membelikannya mainan, perhatikan pencantuman usia yang ada di kemasan. Mainan berkualitas dirancang sedemikian rupa agar tidak membahayakan anak dengan pembatasan usia. Bagi anak berusia di bawah 1 tahun, mainan umumnya didesain mudah dipegang dan tidak memiliki bagian kecil yang memiliki risiko membuatnya tersedak.
2 Perhatikan ukuran. Untuk bayi dan batita, ukuran mainan sebaiknya besar. Paling tidak, mainan harus memiliki diameter 3 cm dan panjangnya 6 cm agar tidak bisa ditelan atau menyumbat saluran napas anak.
3 Tertutup. Ini untuk jenis mainan yang harus menggunakan baterai. Pastikan tempat penyimpan baterai memiliki tutup yang jika dibuka harus menggunakan obeng. Ini agar anak tidak bisa membuka sendiri tempat baterai dan mengeluarkannya. Baterai mainan tidak hanya bisa membuat anak tersedak, tapi juga beracun jika bocor, dan bahan kimianya bisa mengakibatkan luka bakar.
4 Kuat dan lentur. Pastikan juga mainan si kecil tidak mudah patah atau lepas, dan cukup kuat jika dikunyahnya. Ya, dikunyah. Bayi melalui fase oralnya dengan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, lalu mengunyah. Jadi pastikan mainan tidak memiliki ujung tajam, kancing atau mata yang mudah lepas jika ditarik, serta tali yang panjangnya lebih dari 18 cm yang bisa membuatnya terbelit.
5 Seimbang. Saat berniat membelikannya mainan untuk ditunggangi, pastikan kuda-kudaan atau apapun bentuk mainan tersebut, memungkinkan anak untuk duduk tanpa harus dipegangi dan empuk. Periksa juga apakah mainan memang harus dilengkapi dengan sabuk pengaman, dan kokoh seimbang, sehingga si kecil tidak mudah jatuh terjerembap saat banyak bergerak.
Oke, siap bermain dengan si kecil?
1 komentar: