Senin, 10 Desember 2012

Kalau Sudah Besar Aku Ingin Menjadi...

“Kalau sudah besar aku mau jadi Robot” , “Aku mau jadi Pelukis”, “Aku mau jadi Pilot, Ah, kalo sudah besar” . Berbagai keingianan anak yang kadang terlontar pasti membuat anda tersenyum, beberapa hari kemudian si anak bisa saja merubah cita-cita sesuai apa yang dia inginkan dan menurutnya menyenangkan. Arahkan keinginan anak-anak menjadi sesuatu yang dia inginkan selama itu baik.

Keinginan yang dapat berubah setiap saat memang sudah menjadi makanan sehari-hari anak anda, anak pada usia dini belumlah bisa membayangkan bagaimana wujudnya saat dewasa. Mengarahkan anak-anak menggapai cita-cita adalah tanggung jawab besar bagi anda.



Faktor yang mempengaruhi anak menjawab pertanyaan cita-cita adalah lingkungan. Jika di lingkungan yang sering dia lihat adalah pesawat, maka tidak heran akan menjawab ingin jadi pilot. Atau ayahnya seorang fotografer, tidak usah bingung jika anak menjawab ingin menjadi fotografer. Bagian yang terpenting adalah bagaimana anda bisa memahami perubahan-perubahan dan karakter anak anda. Dan bagaimana cara mengarahkan yang baik? Karena jika anda tidak dapat mengarahkan yang baik, bisa-bisa anak anda terus berubah dan tidak bisa mewujudkan nya.

  1. Persiapan dan pengenalan karakter. Kenali karakter anak anda sejak dini, apakah dia punya bakat menyanyi, olahraga, atau punya hobi menggambar, jika ya arahkan dengan memberikan pendidikan extra tentang hobinya. Yang perlu di ingat adalah jangan sesekali anda memaksa keinginan nya. Mudah saja, yang menjalani kelak adalah si kecil. Anda sebagai supporter utama cukup “menyediakan” fasilitas yang dibutuhkan. Berikan ruang gerak atau kebebasan memilih. “Lalu bagaimana jika ia bercita-cita menjadi robot?” anda pastilah memahami bahwa anak balita biasanya merasa bahwa menjadi pahlawan super adalah keren. Seperjalanan waktu dia akan menyadari bahwa robot bukan lah cita-cita yang diinginkan. Berilah pengertian bahwa yang lebih keren adalah jika bisa membuat robot. Kira-kira seperti  itulah pemahaman yang dapat diterima anak.

  2. Melibatkan anak pada minat nya.Ikutkan kedalam lomba, agar si anak juga dapat melihat kompetisi yang terjadi dalam nya. Jika anak merasa ini adalah yang dia ingikan, percayalah, anak akan berusaha dengan semampunya dan menunjukan pada anda. Jika anak ingin jadi penari, sesekali ajaklah mereka menonton pementasan tari. Ketertarikan mungkin tidak muncul bisa juga karena mood nya. Nah, disinilah peran anda dibutuhkan, meski anda tahu si kecil tidak suka dengan olahraga, sesekali ajak anak menonton pertandingan olahraga, minat itu akan muncul, kok

  3. Perluas wawasan. Perluaslah pemikiran dan wawasan anda, Dahulu orang selalu menganggap bahwa orang yang bekerja diperusahaan hebat, dengan kurun waktu lama dan punya gaji besar adalah Sukses, sementara Pelukis, atau Pemusik hanyalah main-main -Pemikiran semacam ini sudah kuno. Padahal, menjadi orang besar disebuah perusahaan yang bisa menggaji dan mensejahterakan orang banyak nilainya lebih tinggi, Siapa yang tidak bangga jika memiliki anak dengan potensi besar? oleh karena itu, sebagai orang tua persiapkanlah diri : Bahwa jaman modern berbeda dengan jaman kolot. Jadi mulai sekarang jika anak anda bercita-cita, bantulah mewujudkannya dan jadilah orang tua yang yang berfikir secara modern, dapat melihat bagaimana kesuksesan dari cara pandang masa kini dengan mengutamakan norma timur.  (Farah Veraniza)

3 komentar: