1 Kursi. Untuk memastikan keamanan bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan setiap orang tua membeli satu kursi lagi untuk dipasangi kursi bayi. Federal Aviation Administration (FAA) juga senada dengan AAP. Kendati demikian FAA masih memperbolehkan orang tua memangku anak di bawah usia 2 tahun di pesawat.
2 Usia. Idealnya, bayi harus berusia minimal 3 bulan sebelum dibawa terbang. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih kuat untuk menahan kuman yang ada di sistem ventilasi pesawat. Jika Anda memang benar-benar harus bepergian saat si kecil belum berusia 3 bulan, lakukan pemeriksaan kesehatan selama 2 minggu sebelum berangkat.
3 Perhatikan perubahan tekanan udara. Saat lepas landas, tekanan akan mempengaruhi fungsi telinga. Perubahan tekanan udara mendadak akan menyebabkan penyempitan rongga telinga bagian dalam, ini mengapa kita biasanya harus melakukan gerakan menelan air ludah atau mengunyah sesuatu agar rongga tersebut agar tetap terbuka. Untuk bayi, berikan ASI atau biarkan dia mengemut empeng agar mulut, hidung, dan telinganya dalam keadaan terbuka sehingga tekanan dalam telinga seimbang. Jika bayi dalam keadaan tidak sehat, apalagi pilek, hindari membawanya bepergian menggunakan pesawat.
4 Buatlah bayi senyaman mungkin di dalam pesawat dengan menyiapkan pakaian hangat, kaos kaki, dan topi, serta popok sekali pakai yang mudah dijangkau dalam tas yang dibawa ke kabin.
5 Penyesuaian jam tidur. Perbedaan waktu antar daerah atau negara, bisa membuat Anda merasa jet lag. Bayi pun tidak terkecuali. Jadi sesuaikan perlahan-lahan jadwal tidur si kecil 2-3 hari sebelum keberangkatan.
6 Jika berlibur ke luar negeri, pastikan si kecil sudah divaksin lebih dulu. WHO mencatat terjadi sekitar 6.500 kasus campak pada April 2011 lalu di 33 negara di Eropa, sehingga vaksin campak menjadi hal super penting jika Anda berencana bepegian ke Eropa. Di luar itu, bekali juga dengan vaksin Influenza, vaksin Hepatitis A, vaksin Yellow Fever dan vaksin Meningitis.
Have a nice flight, Moms! :)
1 komentar: